
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menginstruksikan tiap pimpinan wilayah dan pimpinan cabang menyiapkan stok beras darurat sebanyak 50 ton di setiap bandara dan pelabuhan titik bencana wilayah Sumatera. Ia berharap respons cepat ini bisa segera menjawab kebutuhan pangan di daerah bencana.
“Saya perintahkan minimal setiap hari harus ada 20 ton bahkan sampai 50 ton untuk jika sewaktu-waktu dibutuhkan, beras itu harus diterbangkan ke daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Rizal di Jakarta pada Jumat, 2 Januari 2026, seperti dikutip dari Antara.
Adapun stok siaga tersebut ditempatkan untuk mengantisipasi gangguan akses darat akibat banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sehingga distribusi udara dan laut tetap berjalan cepat.
Instruksi serupa diterapkan di pelabuhan wilayah terdampak dengan penyiapan stok 20 hingga 50 ton pula untuk memastikan pengiriman laut cepat ketika kebutuhan kontingensi muncul mendadak aman terkoordinasi lintas instansi pemerintah daerah.
Tak hanya bandara dan pelabuhan, Bulog pun memastikan gudang BUMN pangan itu beroperasi siaga 24 jam untuk mendukung percepatan distribusi bantuan beras kepada korban bencana di berbagai daerah Sumatra. “Apabila ada kontingensi segera dibutuhkan, bisa langsung didorong (didistribusikan). Termasuk juga yang di gudang 24 jam siap untuk membantu para korban-korban bencana,” ujar Rizal.
Lebih jauh, ia menyatakan kebijakan siaga beras di bandara dan pelabuhan itu terus berlangsung hingga seluruh wilayah terdampak bencana telah pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal. Kebijakan stok siaga akan dievaluasi berkelanjutan sesuai dinamika lapangan guna memastikan bantuan pangan tepat waktu dan tepat sasaran bagi masyarakat terdampak bencana tersebut.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan daerah terdampak bencana Sumatera bisa mengakses pasokan beras Bulog tanpa batas selama ada permintaan dari kepala daerah. Pernyataan ini disampaikan Mendagri saat memberikan arahan kepada forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tamiang di Kantor Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Senin, 22 Desember 2025.
Tito mengklaim ketersediaan cadangan beras nasional dalam kondisi sangat kuat. Ia memastikan daerah terdampak bencana dapat mengakses cadangan beras Bulog tanpa batas sepanjang ada permintaan resmi dari kepala daerah.
Pilihan Editor: Apa Dampaknya Jika Impor Beras Industri Disetop