Kementerian PU tambah alat berat ke lokasi banjir Sumatera

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan pascabanjir Sumatera dengan mengerahkan ribuan alat berat. Hingga Ahad, 4 Januari 2025, total alat berat yang dikerahkan mencapai 1.709 unit.

Jumlah ini bertambah 39 unit dari sebelumnya 1.670 unit setelah adanya dukungan tambahan dari BUMN karya. Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan seluruh sumber daya terus digerakkan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak.

Upaya tersebut difokuskan pada perbaikan jalan dan jembatan, pengelolaan sumber daya air, serta penyediaan air bersih dan sanitasi. “Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi,” kata Dody melalui keterangan tertulis, Senin, 5 Januari 2026.

Penambahan alat berat diarahkan untuk mempercepat penanganan darurat. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan material longsoran, pembukaan kembali akses jalan, serta dukungan distribusi logistik di sejumlah daerah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di Provinsi Aceh, Kementerian PU menambah 13 unit excavator, 1 backhoe loader, 4 wheel loader, dan 5 dump truck. Alat berat tersebut ditempatkan di beberapa wilayah, antara lain Kabupaten Gayo Lues, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang.

Sementara di Provinsi Sumatera Utara, dukungan diperkuat dengan 15 excavator, 1 backhoe loader, 1 wheel loader, 2 dump truck, 1 bulldozer, serta 1 unit kendaraan pikap. Peralatan ini digunakan untuk mendukung penanganan infrastruktur, termasuk pada ruas jalan Tarutung-Sibolga.

Di Provinsi Sumatera Barat, Kementerian PU melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan lapangan. Sebanyak 6 unit excavator ditarik dan digantikan dengan 1 unit mini excavator yang difokuskan di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Selain alat berat, Kementerian PU juga menyiagakan infrastruktur darurat berupa Jembatan Bailey. Saat ini tersedia 16 unit Jembatan Bailey, dengan 14 unit disebar di wilayah Aceh dari sebelumnya 11 unit. Di Sumatera Utara, dua unit Jembatan Bailey disiapkan sesuai kebutuhan lapangan.

Adapun di Sumatera Barat, tidak ada Jembatan Bailey yang terpasang. Seluruh jembatan darurat telah ditarik seiring dengan pulihnya akses transportasi di wilayah tersebut.

Menteri PU menegaskan akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, membuka kembali konektivitas antardaerah, serta memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Pilihan Editor: Antara Janji Purbaya Yudhi Sadewa dan Realitas Ekonomi 2025

You might also like