Ada revisi, cek rekomendasi & target saham UNVR terbaru akhir Februari 2026

HargaPer.com – Murah &Terbaik Murah &Terbaik – , JAKARTA – Salah satu sekuritas yang mengulas prospek PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) baru saja merevisi pandangannya untuk perseroan.

Berdasarkan data Bloomberg Senin (23/2/2026), sebanyak 13 dari 30 sekuritas yang mengulas saham UNVR memberikan rekomendasi beli. Sisanya, 12 menyematkan hold dan lima jual.

Terkini, target harga saham UNVR menurut konsensus sekuritas berada di Rp2.455,83 dalam 12 bulan ke depan. Artinya, terdapat potensi kenaikan 9,6% dari banderol akhir pekan lalu.

: Daftar Saham LQ45 Belum Penuhi Free Float 15%, BREN, SCMA, Hingga UNVR

Data Bloomberg menunjukkan Sinarmas Sekuritas baru saja merevisi turun peringkat saham UNVR menjadi netral atau hold pada Jumat (20/2/2026). Terkini, mereka memasang target harga di Rp2.400.

Sebagaimana diketahui, harga saham UNVR parkir di Rp2.240 pada akhir perdagangan Jumat (20/2/2026). Posisi itu mencerminkan koreksi 14,50% untuk periode berjalan 2026.

: : Menakar Prospek Pemulihan KINERJA UNVR

Diberitakan Bisnis sebelumnya, Unilever Indonesia angkat suara ihwal rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) mengerek batas minimum free float bagi perusahaan tercatat di BEI dari 7,5% menjadi 15%.

Direktur Keuangan Unilever Indonesia Neeraj Lal mengatakan bahwa aksi pembelian kembali saham atau buyback yang pada tahun lalu dijalankan perseroan berimbas terhadap persentase kepemilikan saham publik. Berdasarkan data BEI, besaran free float UNVR baru mencapai 14,06% atau lebih rendah dari rencana aturan baru sebesar minimal 15%.

: : Momentum Pemulihan Kinerja UNVR 2026

Free float [UNVR] saat ini masih di bawah 15% dan ini terkait dengan buyback saham yang dilakukan. Saat ini free float memang sedikit di atas 14% dan kami sadar juga sepenuhnya mengenai kebijakan minimum 15%,” katanya dalam paparan publik, Kamis (12/2/2026).

Meskipun begitu, Lal mengatakan bahwa pihaknya tengah menanti detail lebih lanjut dari regulasi yang tengah dirancang BEI dan akan disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nantinya. UNVR memastikan akan mengikuti aturan anyar itu.

Hanya saja, UNVR tidak menerangkan lebih jauh upaya perseroan untuk mengejar batas minimum saham publik itu.

“Dan kami masih menanti detail lebih lanjut dari regulasi resmi dan setelahnya kami akan pastikan bahwa kami mematuhi kebijakan minimum free float yang berlaku,” tegasnya.

Terkait dengan data kepemilikan manfaat akhir atau ultimate beneficial owner (UBO) dari saham perseroan, manajemen UNVR menegaskan bahwa tidak terdapat perorangan yang memenuhi kriteria pemilik manfaat akhir.

Hal itu lantaran pemegang saham pengendali UNVR masih digenggam oleh Unilever Plc., sebagai induk usaha perseroan.

Meskipun begitu, UNVR mengatakan bahwa pihaknya akan tetap berupaya memenuhi ketentuan UBO itu, dengan berdiskusi secara internal bersama Unilever Plc. guna menentukan pihak perorangan yang berwenang mewakili Unilever Plc.

“Perseroan saat ini belum memiliki informasi pemilik manfaat tingkat Perseroan yang tepat. Kami akan segera berdiskusi di internal kami untuk menentukan pemilik manfaat tingkat perorangan Perseroan dan melaporkannya melalui Laporan Bulanan Registrasi Efek,” katanya beberapa waktu lalu.

Unilever Indonesia Tbk. – TradingView

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

You might also like