
HargaPer.com – Murah &Terbaik – JAKARTA. Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami koreksi. Mengutip Coin Market Cap Minggu (22/2/2026) pukul 13.00 WIB, harga Bitcoin terkoreksi 3,27% dalam sepekan ke level US$ 67.954.
Analisis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengatakan, secara sentimen pasar saat ini, risiko volatilitas Bitcoin di kuartal I-2026 masih cukup tinggi. Hal ini terlihat dari indikator psikologis seperti Fear & Greed Index yang berada di area extreme fear, serta tren pencarian Google dengan kata kunci seperti “Bitcoin going to zero” yang meningkat tajam.
Lyn Alden: Reli Bitcoin Bisa Terdorong Jika Saham AI Terlalu Mahal
“Secara historis, lonjakan pencarian bernada negatif seperti ini biasanya muncul saat pasar berada dalam fase ketakutan yang dalam,” ujar Fyqieh kepada Kontan, Jumat (22/2/2026).
Fyqieh melihat pergerakan Bitcoin ke depan sangat dipengaruhi oleh kombinasi tekanan makro jangka pendek dan katalis struktural jangka panjang. Saat ini, sentimen utama masih datang dari kebijakan moneter AS.
Volatilitas Meningkat, Prospek Bitcoin Jangka Pendek Masih Konsolidatif
“Jika figur The Fed yang cenderung hawkish menguatkan ekspektasi suku bunga “lebih tinggi lebih lama”, maka dolar dan real yield berpotensi tetap kuat, kondisi yang biasanya menekan aset berisiko seperti Bitcoin sehingga momentum kenaikan dalam waktu dekat cenderung tertahan,” terang Fyqieh.
Bitcoin Mendekati Titik Penentuan, Level US$70.000 Jadi Kunci