
HargaPer.com – Murah &Terbaik Bursa saham Australia bergerak menguat pada Rabu (18/2/2026), didorong lonjakan saham perbankan setelah National Australia Bank (NAB) mencetak rekor tertinggi baru.
Sementara itu, saham BlueScope Steel melonjak menyusul peningkatan tawaran akuisisi.
Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,5% menjadi 9.005 poin, memperpanjang kenaikan setelah sehari sebelumnya ditutup menguat 0,2%.
Wall St Bergerak Fluktuatif, Isu AI hingga Perundingan Nuklir AS–Iran Bayangi Pasar
NAB Dorong Sektor Keuangan
Saham NAB sempat melesat hingga 5,8% ke level tertinggi sepanjang masa setelah bank tersebut melaporkan kenaikan laba kas kuartal pertama sebesar 16%.
Kinerja solid di segmen bisnis dan kredit perumahan menjadi pendorong utama.
Kenaikan NAB mengangkat sub-indeks sektor keuangan sekitar 1%, dan berpotensi memutus tren pelemahan tiga hari berturut-turut jika momentum bertahan.
NAB menjadi bank terakhir dari kelompok “Big Four” Australia yang merilis laporan keuangan bulan ini.
Keempat bank besar tersebut mencatatkan laba yang lebih kuat, sehingga mendorong sub-indeks keuangan naik hampir 8% sepanjang bulan berjalan.
Jejak Smart Money (13 Februari 2026): Berburu Saham Hidden Gems di Balik Koreksi IHSG
BlueScope Terangkat Tawaran Akuisisi
Di sektor industri, saham BlueScope Steel melonjak hingga 6% setelah SGH Ltd bersama perusahaan asal AS Steel Dynamics meningkatkan tawaran pembelian terhadap produsen baja terbesar yang tercatat di Australia itu menjadi A$15 miliar (sekitar US$10,63 miliar).
Saham sektor kesehatan naik 1,5%, dipimpin oleh CSL setelah perusahaan biotek tersebut menandatangani kesepakatan lisensi dengan Eli Lilly.
Perjanjian itu memberikan hak tertentu kepada Eli Lilly untuk mengembangkan dan mengomersialisasikan clazakizumab, antibodi penghambat IL-6 untuk pasien penyakit ginjal tahap akhir.
Ekspansi Data Center dan Seluler Topang Prospek TLKM pada 2026, Cek Rekomendasinya
Sebaliknya, sub-indeks pertambangan turun 0,7%, terbebani oleh saham produsen emas setelah harga emas melemah akibat berkurangnya permintaan aset safe haven seiring meredanya ketegangan geopolitik.
Di kawasan, indeks acuan Selandia Baru S&P/NZX 50 naik 0,7% menjadi 13.126,57 poin. Investor menantikan keputusan kebijakan moneter dari bank sentral Selandia Baru yang dijadwalkan keluar hari ini, dengan ekspektasi luas bahwa suku bunga akan dipertahankan.