Pjs Dirut BEI diumumkan sebelum pembukaan perdagangan Senin

DIREKTUR Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan manajemen bursa telah melakukan rapat direksi penunjukkan penjabat direktur utama dan telah disetujui oleh dewan komisaris. BEI memastikan operasional bursa akan berjalan normal.

“Demikian juga proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen Bursa Efek Indonesia, tidak akan terganggu sama sekali,” katanya saat ditemui di Wisma Danantara pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Sebelumnya, Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT BEI pada Jumat pagi, 30 Januari 2026. Lalu disusul oleh 4 pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ikut mundur.

Kemudian pada malam ini, sejumlah menteri beserta pejabat OJK dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melakukan pertemuan usai 4 pejabat OJK dan Direktur Utama BEI undur diri. Saat konferensi pers, Jeffrey tidak mengungkap siapa sosok pengganti Direktur Utama BEI.

Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kemungkinan Jeffrey yang akan menjadi penjabat sementara (Pjs). Orang yang akan menggantikan Iman akan diumumkan sebelum perdagangan dibuka pada Senin pekan depan.

“Kayaknya sekarang Pjs, nanti sebentar enggak lama di Senin dijadikan, saya enggak ngerti, nanti salah ngomong, tanya mereka (BEI) aja ya,” tuturnya saat ditemui terpisah.

Sebelumnya, Iman beserta empat pejabat OJK mundur dari jabatan mereka usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada 28 Januari dan 29 Januari. Perdagangan saham sempat mengalami trading halt karena penurunan terjadi lebih dari 8 persen. Penurunan tersebut dipengaruhi sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuat investor melakukan panic selling.

Pilihan Editor: Setelah MSCI Menemukan Saham Gorengan di Bursa Indonesia

You might also like