IHSG anjlok 6,94 persen dalam sepekan, dana asing kabur Rp 9,88 T

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 6,94 persen dalam sepekan dan ditutup di level 8.329,606 pada perdagangan periode 23-30 Januari 2026, turun dari posisi 8.951,010 pada pekan sebelumnya. Pelemahan indeks terjadi di tengah tekanan jual yang masih mendominasi pasar, terutama dari investor asing.

Sejalan dengan koreksi IHSG, arus dana asing terus keluar dari pasar saham domestik. Investor asing pada perdagangan hari ini mencatatkan jual bersih Rp 1,53 triliun, sementara secara year-to-date (YTD) 2026, nilai net sell asing telah mencapai Rp 9,88 triliun.

Tekanan pasar juga tercermin pada kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyusut 7,37 persen secara mingguan menjadi Rp 15.046 triliun, dari Rp 16.244 triliun pada pekan sebelumnya. Meski demikian, aktivitas perdagangan menunjukkan dinamika beragam.

Rata-rata nilai transaksi harian BEI melonjak 29,28 persen menjadi Rp 43,76 triliun, sementara frekuensi transaksi harian meningkat 1,59 persen menjadi 3,82 juta kali. Adapun volume transaksi harian turun 3,69 persen menjadi 63,3 miliar lembar saham.

Di sisi lain, basis investor domestik terus bertambah. Jumlah investor pasar modal Indonesia per akhir Januari 2026 mencapai 21,04 juta Single Investor Identification (SID), meningkat 673.218 SID dibandingkan akhir 2025. Sementara itu, jumlah investor saham hampir menyentuh 9 juta SID, mencerminkan masih kuatnya partisipasi ritel di tengah tekanan pasar dan keluarnya dana asing.

You might also like