
HargaPer.com – Murah &Terbaik Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) telah mencapai titik psikologis penting di lebih dari Rp3 juta per gram di berbagai marketplace digital pada Rabu (21 Januari 2026).
Ini merupakan level harga yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam perdagangan emas fisik domestik, menggambarkan lonjakan permintaan yang signifikan serta dinamika pasar yang terus berubah.
Lonjakan harga ini terlihat tidak hanya pada satu platform saja, tetapi hampir merata di marketplace besar seperti Tokopedia, Shopee, hingga Lazada — masing-masing mencatat harga jual emas Antam di atas Rp3,0 juta per gram pada transaksi tertentu.
Sementara itu, harga ritel yang tercatat di situs resmi Logam Mulia juga menunjukkan kenaikan signifikan dibanding minggu sebelumnya.
Jelang Ramadan, 6 Cara Hemat Uang Belanja saat Harga Bahan Pokok Naik
Apa Saja Pendorong Penguatan Harga Emas?
Ada beberapa faktor utama yang mendorong emas Antam mencapai level Rp3 juta per gram:
1. Ketidakpastian Ekonomi Global
Kondisi geopolitik dunia yang bergejolak, termasuk ketegangan antar-negara besar dan prospek kebijakan stimulus ekonomi, mendorong investor global mencari aset yang dianggap lebih aman (safe haven).
Permintaan terhadap logam mulia pun meningkat drastis.
2. Kenaikan Harga Emas Dunia
Harga emas di pasar internasional telah mencatat rekor baru dalam beberapa pekan terakhir, seiring permintaan yang kuat dari pasar internasional.
Lonjakan ini turut “mengerek” harga emas di dalam negeri karena harga emas domestik sangat sensitif terhadap pergerakan pasar global.
3. Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah
Rupiah yang relatif melemah terhadap dolar AS memperkuat efek penguatan harga emas di tanah air.
Ketika rupiah melemah, harga emas yang dihitung dalam rupiah cenderung melonjak karena emas dihargai dalam dolar AS.
Atasi Kenaikan Harga, Begini Cara Menghemat Gas Elpiji agar Bisa Awet
Apakah Tren Harga Ini Akan Tetap Berlanjut?
Para analis dan pengamat pasar cenderung melihat tren kenaikan harga emas masih berlanjut dalam jangka menengah.
Beberapa prediksi menyebutkan bahwa momentum penguatan emas global bisa terus berlangsung bahkan hingga beberapa tahun mendatang karena beberapa faktor struktur ekonomi global.
Namun, volatilitas tetap menjadi catatan penting: harga emas bisa mengalami koreksi dalam jangka pendek jika ada perubahan kebijakan moneter besar, seperti suku bunga bank sentral AS atau stabilisasi geopolitik yang signifikan.
Bagi investor ritel atau masyarakat umum yang ingin memanfaatkan tren ini, ada beberapa pertimbangan strategis:
– Pembelian bertahap: membeli emas secara berkala bisa mereduksi risiko timing pasar (misalnya melalui program cicilan emas di Pegadaian atau pembelian kecil melalui marketplace).
– Perhatikan biaya dan pajak: transaksi emas fisik di Indonesia masih dikenakan potongan PPh (Pajak Penghasilan) dan biaya administrasi tertentu saat pembelian ataupun penyimpanan.
– Diversifikasi: jangan hanya mengandalkan emas — meskipun safe haven, diversifikasi portofolio masih penting untuk menyebarkan risiko.
Biaya Naik Kelas BPJS Kesehatan 2026, Cek Prosedur Resminya di Sini