Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di HARGAPER COM

×

Berapa Standar Tinggi Dinding Rumah


Adanya plafon yang tinggi bisa dilakukan dengan mengekspos kemiringan atap. Dengan begitu kita bisa membuat plafon yang menarik dan ruangan akan terlihat lebih lega.

Void juga bisa berarti ruang terbuka tanpa atap di bagian rumah yang hanya memiliki satu akses, yakni dari depan. Void juga berguna untuk rumah yang dikelilingi oleh tembok di sisi kiri kanan, depan maupun belakang. Dengan adanya void di bagian belakang atau samping, maka sirkulasi udara dan cahaya matahari yang baik dapat tercipta.

Iklim

Iklim menjadi faktor lain yang perlu diperhatikan. Jika Anda cermati, rumah-rumah di daerah beriklim dingin seperti Jepang dan Eropa mempunyai plafon yang rendah. Di daerah seperti itu umumnya rumah memiliki tinggi plafon sekitar 2,4 meter sampai Rp 2,5 meter.

Hal tersebut tentu bukan tanpa alasan. Tujuannya adalah untuk menghemat energi. Sebab semakin tinggi plafon maka semakin tinggi pula pemanasan yang dibutuhkan.

Lain halnya dengan di daerah beriklim panas. Rumah dengan dinding yang tinggi akan membuat sirkulasi udara lebih baik. Di samping itu salah satu sifat udara panas adalah bergerak ke arah atas. Maka dari itu dengan plafon yang tinggi udara di ruangan akan tetap terasa sejuk.

Menentukan Tinggi Plafon

Saat ini masyarakat cenderung menganggap plafon tinggi dapat diaplikasikan pada rumah dengan luas bangunan kecil maupun besar. Hanya saja anggapan ini kurang tepat. Membuat plafon yang terlalu tinggi pada rumah dengan luas bangunan sekitar 54 meter persegi akan tidak proporsional.