Ketuk (X) Untuk Menutup

Selamat Datang

Di HARGAPER COM

×

Pengertian Overstek Atap Pada Bangunan


Rumus untuk menghitung kuda-kuda baja ringan pada dasarnya menggunakan konsep dasar rumus trigonometri, yakni cosinus dan tangen. Sebelum menghitung kuda-kuda atap baja ringan, kita perlu menyiapkan alat ukur berupa meteran dan kalkulator ilmiah.

Perlu diingat, perhitungan kuda-kuda atap ini tidak boleh dilakukan asal-asalan. Sebab jika perhitungan tidak tepat bisa membuat struktur atap tidak kokoh dan bisa membahayakan orang lain.

Sebelum menghitung kuda-kuda atap, kita perlu mencari tahu panjang dan lebar dari rumah tersebut. Ada tiga rumus yang dipakai untuk menghitung kuda-kuda atap rumah. Berikut akan kami jelaskan satu per satu.

Ketinggian Atap

Jika ingin menghitung ketinggian atap bangunan, kita bisa menggunakan rumus lebar bangunan dikali setengah dan dikali dengan tangen kemiringan sudut atap. Dalam bahasa matematika rumus menghitung ketinggian atap adalah ½ x lebar bangunan x tan a.

Kemiringan Atap

Sedangkan untuk menghitung kemiringan atap kita gunakan rumus yang sama, yakni dengan mengalikan lebar bangunan dengan setengah dan dikali lagi dengan cosinus sudut kemiringan. Atau dalam bahasa matematika rumus kemiringan atap adalah ½ x lebar bangunan x cos a.

Overstek

Berikutnya adalah perhitungan overstek. Untuk menghitung overstek rumus yang dipakai mirip dengan menghitung kemiringan atap. Akan tetapi yang kita masukkan dalam perhitungan adalah panjang overstek yang diinginkan. Sehingga rumusnya adalah panjang overstek x cos a.

Baca juga: Jarak Gording Atap

Macam-macam Bentuk dan Bagian Atap

Dalam membuat hal-hal yang berhubungan dengan atap, kita perlu mengetahui bentuk atap yang diinginkan. Sebab ada beberapa jenis bentuk atap yang biasa dimanfaatkan dalam dunia konstruksi. Antara lain atap datar, atap pelana, atap perisai, atap mansard, atap joglo, atap gergaji, atap kubah dan atap kerucut.